2 Des 2011

SENANG BERJUMPA DENGAN ANDA

Pada hari terakhir Kapitel ini, kami ingin memperkenalkan para Suster yang berada di belakang dari ruang kapitel, sibuk dengan computer mereka, mencatat setiap kegiatan kapitel…. para sekretaris!  Ada tiga sekretaris, salah satunya adalah Sr. Lee Davison . Sr. Lee yang berasal dari Victoria, Australia. Saat ini tinggal dan berkarya di Afrika Selatan, Ia berkarya di Tzaneen, satu bagian dari Provinsi Limpopo, yang tiga jam jauhnya dari perbatasan Zimbabwe. Di bawah proyek keuskupan KURISANANI (kata dari bahasa setempat yang berarti “kami saling menolong untuk bertumbuh”) Sr. Lee menjadi koordinator tiga klinik yang melayani para penderita korban penyakit HIV dan AIDS. Sr.   Lee mensharingkan bahwa misi ini sangat menantang karena HIV sudah tersebar luas di Afrika Selatan dan efeknya yang menghancurkan kehidupan keluarga dan komunitas. Pada saat yang sama, ini merupakan misi yang membawa  kebahagiaan, khususnya apabila ia melihat orang yang awalnya sakit serius, akhirnya sembuh. Ini merupakan pertama kalinya Sr. Lee mengikuti Kapitel Umum dan ia sungguh-sungguh merasa beruntung dan berterima kasih.”  Baginya, Kapitel merupakan suatu pengalaman “berhubungan lagi dengan para Suster di seluruh dunia” dan bersama dengan mereka “menyalakan kembali charisma kita”, mengenal bahwa api ini cenderung melenyap dalam perjuangan hidup kita sehari-hari.  Karena kita sudah mencapai akhir dari Kapitel, maka . Sr. Lee merasa ditantang dan dipenuhi HARAPAN!  Bagi anda, para pengikut blog kami, Sr. Lee mengucapkan terima kasih karena dengan mengikuti blog kami ini, tentu anda mendoakan dan ikut memikir bersama kami. Kami mengalami bahwa blog ini sungguh mempunyai efek teknologi yang unik dalam mempersatukan kami  Terima kasih atas partisipasi aktif anda!

Secretaries


APA YANG SEDANG TERJADI?
Kata-kata Penutup Sr. Mary Fyfe yang secara resmi mengakhiri sessi terakhir dalam Kapitel ini, diikuti dengan ungkapan terimakasihnya atas anugerah pemberian diri. Perayaan Ekaristi Penutup diadakan pada sore hari dan dihadiri tidak hanya oleh para utusan Kapitel, dan para asisten, tetapi juga mereka yang mewakili  keluarga Chevalier: Para Imam Misionaris Hati Kudus, para Suster Misionaris Hati Kudus, serta para Asosiasi FDNSC. Ini merupakan suatu perayaan besar dari suatu kehidupan! … kehidupan yang telah diwariskan oleh para Suster pendahulu kita… kehidupan yang sekarang kita nikmati …. dan kehidupan yang akan kita wariskan nantinya kepada generasi FDNSC penerus setelah kita!
Di sini kami memperlihatkan foto-foto hari terakhir …. Selamat menikmati!






DALAM  AGENDA KAMI          
Besok, 13 dari kami akan menuju ke Manila, kebanyakan akan terbang kembali ke Negara mereka pada tanggal 4 Desember, dan sisanya akan berangkat pada tanggal 5, 6, dan 11 Desember. Doakanlah kami agar kami selamat sampai di rumah. Sampai berjumpa lagi, segera!!!

SELAMAT TINGGAL
Para pengikut blog yang terkasih, terima kasih banyak atas kesetiaan anda semua menemani kami dengan minat dan doa-doa anda. Kami mendapat lebih dari 7000 hits! Kapitel ini, merupakan Kapitel anda juga,….Kapitel kita semua. Sambil meninggalkan Tagaytay besok, kami menggemakan kata-kata  Rita Cleuren…Terbarukan, mari melangkah maju…BERSAMA!

1 Des 2011

Kami, Para Anggota Kapitel dan seluruh Kongregasi, mengucapkan selamat dan menyambut Para Dewan Umum:
Sr Dain Mary dari Australia 
Sr Renisa dari Brazil  
Sr Merle dari The Philippines 
Sr Laurentia dari Indonesia.
Kami sangat berterima kasih kepada Dewan Umum yang telah purna tugas, khususnya Sr. Relida dan Sr. Kateia, yang telah menyelesaikan dua periode didalam Dewan Umum, yang dengan setia dan murah hati melayani Kongregasi selama 12 tahun. Kami menghargai segala usaha mereka meningkatkan kesatuan diantara kami dan kami berdoa semoga mereka dapat menemukan kerasulan yang sesuai bagi mereka.
SENANG BERJUMPA DENGAN ANDA

Pada hari pemilihan Pemimpin Umum, dua dari utusan kami menari “Irish jig. (Tarian Irlandia)”  Salah satu penarinya adalah Sr. Mairead Kelleher.  Sr. Mairead berasal dari Middletown, Co. Cork, Irlandia dan saat ini ia menjadi misionaris di Afrika Selatan dalam pelayanan kepada para kurban penderita HIV dan Aids di Nzhelele, Keuskupan Tzaneen, Limpopo, Afrika Selatan.  Di stasi misi mereka, Misi Hati Kudus Nzhelele, para misionaris melayani korban HIV dan Aids, membentuk kelompok-kelompok untuk menghibur para pasien, memberikan konseling, merawat anak-anak yatim piatu, mendidik kaum muda dan mengatur program-program perawatan di rumah-rumah Tugas Sr.Mairead adalah mengelola dan mengatur segala kegiatan. Ini merupakan kesempatan pertama kali bagi Suster mengikuti Kapitel Umum dan baginya,  “merupakan suatu pengalaman besar” dan ia “kagum atas kehangatan dan keramah-tamahan” yang diterimanya. Kapitel baginya merupakan Sidang yang terbuka, bebas dan memberi inspirasi. Ia berkata, “Salam hangat untuk semua yang mengikuti blog kami, anda semua adalah FDNSC yang mengagumkan… Terbarukan, mari melangkah maju!” Sr. Mairead menambahkan “Saya cinta Filipina dan orang-orangnya!”
    
Delegates from Ireland

APA YANG SEDANG TERJADI?
Setelah berhari-hari bekerja keras untuk Konstitusi kami, Sidang Kapitel memungut suara untuk persetujuan atas Revisi Konstitusi ini pada hari ini. Kami juga melanjutkan percakapan kami tentang misi kongregasi dan prioritas-prioritas apostoliknya.

Sekali lagi, di sini ada beberapa foto dari KAPITEL YANG MENARIK. 







 

REFLEKSI BERSAMA KAMI
Setelah melewatkan waktu yang cukup panjang dalam meninjau kembali Konstitusi kita, para Suster di Kapitel kami merasa dibaharui dan disegarkan. Kami sajikan beberapa komentar dari mereka:
"Perjalanan kami selama empat hari ini dalam kapitel adalah membahas Draft Ke-empat Konstitusi dan Direktorium.  Satu hal yang sangat menyentuh kami adalah pembaharuan dalam kehidupan religius.  Konstitusi yang merupakan basic law dalam hidup bakti menjadi salah satu sarana dalam pembaharuan ini.  Berani membaharui diri berarti berani keluar dari kemapanan dan kenyamanan diri demi sesuatu yang lebih bernilai yang hendak dikejar, oleh karena itu pembaharuan juga kadang menuntut 'korban' dalam diri.  Untuk bisa membaharui diri, kami perlu memohon kepada Dia yang Empunya segalanya untuk memberikan rahmat-Nya agar kami membuka diri untuk pembaharuan ini.  Pembaharuan atau perubahan adalah 'hadiah' atau anugerah dari Dia yang empunya segalanya itu." Bersama ini saya sertakan satu doa yang cukup menyentuh kami :

"Lord and Source of all gifts, we rejoice in the fullness of your holy generosity.  We thank you especially now for the gift of change, that gift of newness that opens doors closed by habit and routine.  We bless You and thank you as well, for that which is stable and unchange, for the ancient and traditional, which gives meaning to the new and different.....May our hearts be ever-changing, ever in growth, as we journey to You, our Mysterious Source, you who are forever fresh and new, yet forever the same, blessed are You, Lord our God."
Doa ini berjudul "Psalm of Change"
 Sr. Laurentia Piranti  Indonesia
“The days were heavy going but I have been very happy to work on the constitutions; it has been enriching because the constitutions are our life and joy. Sr Moya has been outstanding and so knowledgeable she has helped us understand the constitutions. “
Sr Kateia  Kiribati

“The work prior to the chapter, done by the sisters and the General Council , has been impressive and has allowed us to move efficiently through the document of the constitutions  with a great consensus of opinion.”
Sr Dain Inglis  African Union

“ O processo todo de Revisão de nossas Constituições foi árduo, mas agora durante o Capítulo Geral vemos o quanto foi um processo bem feito porque tivemos somente poucos pontos para discussão. Rendamos Graças a Deus pela aprovação do texto das nossas Constituições!”
Ir. Renisa

“Discussing the constitutions has been a renewal for us all and the experience leads us to an openness for the future.”
Sr Clotilde   African Union.

“The process was open, I felt we were given every opportunity to express any difficulties we had with the text.
Moya gave exceptional explanations of the judicial articles relating to Canon Law and I received a great understanding of these.”
Sr Tess Ward Australia

DALAM AGENDA KAMI
Besok Kapitel akan ditutup dengan Perayaan Ekaristi. Seraya melihat kembali ke belakang, kita hanya dapat berkata “Suatu perjalanan yang luar biasa!”  Para Suster terkasih, terima kasih banyak bahwa anda menemani perjalanan kami sejauh ini!
Sampai berjumpa lagi!